terkadang memang ada beberapa hal dalam hidup yang susah dituliskan, yang bahkan kita tak mau lagi untuk sekedar mengingatnya. butuh waktu untuk menenangkan diri, hati, dan pikiran untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan dan akan menjadi pembelajaran di suatu hari nanti..
kisah ini tentang 16 mahasiswa ilmu komunikasi semester lima dan tujuh. mahasiswa-mahasiswa ini berada pada satu kelompok yang bernama popcorn Organizer dan tengah mengambil mata kuliah perencanaan event dalam proses belajarnya. perencanaan event, bukan mata kuliah wajib, namun entah mengapa mereka memilih mata kuliah ini, begitupun dengan saya.
berawal dari undian..kami ber-16 akhirnya mau tak mau harus bekerja sama untuk menciptakan sebuah event yang memang itulah tugas akhir kami dalam mata kuliah ini, kami harus mengeksekusi sebuah event sebagai syarat untuk lulus dalam mata kuliah ini. sebisa mungkin event yang mendatangkan banyak effort dari kami semua, event yang menuntut kami untuk bisa bekerja sama dengan segala kalangan, dan
event yang pada akhirnya menggerakkan para awak media untuk meliputnya, dan
dengan itu kami berharap nilai A pada mata kuliah perencanaan event ini.
event bertajuk Suravation (Surabaya Heritage Innovation) yang kami helat
berawal dari pemikiran kami semua yang ingin menyuguhkan budaya tradisional
dalam tampilan yang populer, atau disini kami ingin sekali memadukan antara
budaya timur dengan budaya barat (when east meet west). saya akui, dan bahkan
banyak pihak yang mengakui jika konsep yang kami punya sungguh luar biasa,
namun siapa yang tahu bagaimana prakteknya?
saya pun dipercaya menjadi bendahara dan koordinator pendanaan atau
sponsorship dalam event ini, hal ini juga terkait pengalaman saya dalam sie
tersebut dalam beberapa event sebelumnya. ini memang bukan event pertama saya,
namun dari awal saya sudah merasa jika nantinya ini event yang paling berkesan
dan paling besar yang pernah saya tangani, dengan jumlah panitia yang tak
banyak, dan juga lebih banyak jumlah wanitanya.
awal November (H-1,5 bulan) saya sudah turun lapangan, jungkir balik
dijalanan demi mendapat sponsor, yang nyatanya hal itu (sangat) tidak mudah.
kenapa? sepengalaman saya, rata-rata perusahaan mau mempertimbangkan proposal
yang masuk itu H-3 bulan. dan alasan krusial lainnya adalah event kami akan
dihelat pada tanggal 22 Desember, itu sudah sangat mendekati akhir tahun dan
awal tahun, yang mana banyak saingan event-event natal dan tahun baru lainnya.
dan juga perusahaan-perusahaan yang harus mengeluarkan uang untuk kegiatan CSR selama
satu tahun telah menghabiskan anggarannya pada bulan November itu.
tak kurang-kurang, saya mengajukan 20 proposal sponsor pada 20 tempat yang
berbeda. proposal sponsor pertama saya ajukan pada pemerintah kota Surabaya,
yang mana saya berharap mereka mau mempertimbangkan untuk memberi bantuan
dana pada event dengan tema budaya ini, yang tujuannya jelas untuk mengangkat
budaya Surabaya yang telah perlahan dilupakan masyarakatnya.
rabu, 7 November kala itu..saya masih mengingatnya. dan setelah itu, setiap
satu minggu sekali saya rajin mengkonfirmasi melalui telepon atau bahkan
langsung mendatangi kantor pemkot Surabaya. hingga pada selasa, 11 Desember
(H-11) mereka memberitahukan jika proposal yang saya ajukan hilang, tanpa
meminta maaf dan tanpa memberitahu alasan detailnya. demi apa dua hari
setelahnya saya kembali kesana, memasukkan proposal lagi sekaligus dengan surat
ijin publikasinya. dan hingga detik ini saya menuliskan curhatan ini, saya tak
sekalipun mendengar kabarnya.
finally, event ini hanya mendapat beberapa sponsor, yaitu SIER yang memberi
suntikan dana sebesar Rp 500.000,00, PTPN X memberi Rp 2.000.000,00, Bank Bukopin
dengan bantuan sebesar Rp 1.000.000,00, dan terakhir ada Prima Graphia (digital
printing) yang memberi diskon dengan harga member ketika kami mencetak materi
promosi untuk keperluan publikasi. coca cola juga menyumbang tenda untuk stand
kuliner, game untuk memeriahkan acara kami, dan juga bis stage yang akhirnya
kami batalkan. fakultas juga memberikan dan sebesar Rp 850.000,00 untuk praktek
kuliah lapangan kami ini. dana ini masih ditambah dengan iuran masing-masing
anak senilai Rp 50.000,00.
total anggaran dana yang kami butuhkan adalah sekitar 12 juta rupiah, dari
suntikan dana yang kami dapat di atas itu hanya sekitar 5 juta saja. lalu
sisanya? kami sudah berusaha mengamen demi mencukupi anggaran dana tersebut,
nyatanya? kami hanya mengamen satu kali yang mana hanya mendapat sekitar 300
ribu saja. lumayan, namun karena kesibukan kami PKL mata kuliah lainnya dan
juga tugas yang semakin hari semakin menumpuk, kami hanya punya kesempatan satu
kali. katakanlah kami mempunyai uang Rp 5.500.000,00 lalu separuhnya???
waktu hari-H kami masih kekurangan dana senilai 6.500.000..saya berharap ada
hujan uang hari itu, yang nyatanya mana mungkin? terpaksa pagi itu saya selaku
koor pendanaan dan juga bendahara memutuskan untuk mewajibkan tambahan iuran
senilai Rp 400.000,00 untuk setiap panitia, total ada 16 panitia. mereka
keberatan? jelas! saya sendiri juga keberatan. ini salah siapa? poinnya buka
mencari siapa yang salah, terkait penipuan yang terjadi dalam event kami,
disini pun kami telah meng-cancel beberapa acara demi mengurangi anggaran dana
yang awalnya lebih dari 20 jutaan.
acara kami hari Sabtu tanggal 22 Desember lalu, dari pukul 13.00-23.00 diisi
dengan adanya festival kuliner dan industri kreatif, parade band SMA di siang
hari, dan juga parade band indie di malam harinya. acara yang kami batalkan?
dance competition dan photography on the spot competition, dan satu lagi, best
dresscode untuk pengunjung yang hadir.
anggaran dana membengkak di stage mewah nan spektakuler yang kami hadirkan.
padahal sejatinya kami bekerja sama dengan coca cola dan mereka menyanggupi
untuk memberi bis stage gratis, namun akhirnya kami membatalkan stage mereka
dan kami menyewa stage dengan harga 5.200.000,00. demi apa?? demi kunto
hartono! siapa dia? sejujurnya saya (sangat amat) malas kembali bercerita
tentangnya. dia penipu, dia teman salah satu panitia di event ini. dia seorang
drummer yang telah berhasil memecahkan rekor dunia lewat marathon drum nya
selama 122 jam. dia berkata pada teman saya itu jika ia mau hadir sebagai
bintang tamu dalam event kami ini secara GRATIS!!! dengan berjanji untuk
membawa massa yang tentunya berguna untuk memeriahkan event kami, siapa yang
tidak setuju dengan tawaran kerja sama seperti itu? nyatanya???
H-beberapa hari menuju tanggal 22 dia berkata jika dirinya memang gratis,
namun mana mungkin ia menggebuk drum di atas panggung sendirian, ia membawa
serta personil-personil band lainnya yang ternyata ia kembali mengatakan,
"aku nggak usah dibayar nggak papa, tapi teman-temanku tolong dikasih 2
juta aja ya.."
JANCUUKKKK....WHAT THE HELL..
Dan tahukah anda, teman saya dengan serta merta mengiyakannya..uang dari
mana ha?? ini saya sudah jungkir balik dijalanan setiap hari, nyatanya cari
duit itu SUSAH!!!
soal stage, kenapa kami tak jadi menggunakan milik coca cola?? kunto berkata
jika drumnya berukuran besar (saya lupa berapa ukurannya) yang jelas tak akan
cukup jika kami menggunakan bis stage coca cola, jadilah kami panitia
menggunakan stage mewah seharga hampir 6 juta itu..dan betapa mirisnya ketika
H-beberapa jam kunto gila itu berkata jika dia tak jadi membawa
drumnya..alasannya??? mobilnya tidak cukup!!! alasan macam mana pula, mobil
avanzanya tidak bisa dimasuki drum? nyatanya sedan kecil milik teman saya saja
muat!!!
kami pun merasa dibodohi, diperalat, dan dimanfaatkan oleh drummer bajingan
itu, dia menggunakan kami seolah-olah sebagai EO nya, kaki tangannya untuk
kembali membranding dirinya, bandnya, mengangkat namanya dan memeperkenalkannya
yang nyatanya TIDAK TERKENAL itu di masyarakat. event hancur karena dia, bahkan
nyatanya dia tak membawa massa malam itu. dana membengkak juga karena dia,
membawa band kurang ajar itu, dan stagenya :'
selesai event, rapat evaluasi, dan satu per satu dari kami menitikkan air
mata :'
untuk menuliskannya disini pun saya butuh waktu tiga hari, selama tiga hari
ini juga saya tak mau melihat banyak uang, masih trauma :'
selesai rehat satu minggu ini, saya dan teman-teman berjanji untuk
mengembalikan uang 400 dari masing-masing kami itu. lewat mengamen, menjual
botol, kertas, dan pakaian bekas. walaupun tak mungkin kami mengembalikan
semuanya sebanyak 400 ribu itu, setidaknya kami mau berusaha bersama-sama :'
Hit Counter
Category List
- Absurd (33)
- anggaran jalan (10)
- cerita pendek (?) (13)
- competition (5)
- For Your Information (46)
- ini ceritaku (51)
- KATA HATI (50)
- perjalananku (44)
- RESENSI (4)
- Tugas Jurnalistik (11)
mostly about the journey, addicted to becomes nomads
Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
postingan pertama di tahun 2013..yey :DD apa bahasan saya kali ini? kehidupan malam? YA! kehidupan malam yang MAHAL dan saya maksud disi...
-
Hihihii..saya mau kasih liat lembar persembahan skripsi saya nih (masih euphoria kelulusan) boleh ya? Bolehlah, blog blog gue :p...
-
https://www.rd.com Awalnya saya setuju yang pertama, tapi lama kelamaan rasa-rasanya saya lebih mengamini dan mengamalkan yang ked...
-
seperti yang saya janjikan di postingan saya sebelumnya, kali ini saya akan menulis mengenai Malang dan Bandung, yang mana menurut saya (seb...
-
terkadang memang ada beberapa hal dalam hidup yang susah dituliskan, yang bahkan kita tak mau lagi untuk sekedar mengingatnya. butuh waktu u...
-
Dear my digital diary, long time ga corat coret curhat disini, bulan ini belum sama sekali Mau tau lanjutan ‘cerita’ AYOMAIN LAMAR-LA...
-
Kopi Joss merupakan minuman khas kota pelajar, Jogjakarta. Namun, siapa bilang untuk menikmati kopi aran...
-
malam ini di kamar saya tumben tumbenan ada cemilan gini, terlebih di tanggal tanggal tua saya -.- cemilannya bukan cemilan biasa pula, ada...
-
Saya mau cerita tentang kehidupan saya di Gresik. Tapi hanya sebagian, iya sebagian kecilnya saja. Nantilah saya cerita tentang wisatanya,...
-
Jawa timur dan jawa barat, sama sama jawa, tapi sejujurnya banyak banget bedanya... Walaupun namany...
sedikit tentang saya
- boneeto
- just an ordinary [weird] girl with extraordinary DREAM | commers'10 | coffee addict | traveler | yellow lovers | pink haters | insomniac | temperamental