KAMU, Yang Mana ?

Tersebutlah LIMA orang sahabat. Yang pertama, yang kedua, yang ketiga, yang keempat, dan yang kelima

Yang pertama tengah berbahagia
Pernikahan baru satu bulan, sedang manis-manisnya
Apalagi kini sudah ada calon jabang bayi dalam rahimnya
Pekerjaan ditinggalkannya, dibiarkannya saja mengudara
Semua perhatian tercurah di rumah, menjadi ibu rumah tangga, katanya
Bangun pagi, memasak, membersihkan rumah, dan besoknya bangun pagi lagi; siklusnya terus sama
Pengabdian pada suami dan keluarga yang terpenting, itu kata yang pertama

Sementara, yang kedua juga sedang berjaya
Hidup di kota metropolitan, penghasilan dua-digit juta
Berkeluarga? Dengan siapa? Harus ada laki-laki yang mengunggulinya
Nanti dulu lah, katanya. Mau beli mobil dan rumah sendiri dulu saja
Hidup itu keras, rupiah tak kunjung menguat, harus menabung dan investasi selagi bisa
Mandiri secara finansial itu wajib hukumnya, dan bukan cuma priviles pria
Ya...itu yang dipercaya si yang kedua.

Lalu, yang ketiga pun berkata menikmati hidupnya
Sudah punya pacar sejak SMA, bertahan hingga kini selama tujuh tahun walau beda kota
Menikah? Sama dengan yang kedua, dia pun menjawab nanti saja
Kalau menikah dia tak bisa main mata apalagi jalan dengan lelaki lainnya, begitu tuturnya
Harga lipstik bagus, maskara, dan aneka kuas makeup itu mahal, tambahnya
Hal-hal seperti itulah yang diyakini si ketiga

Sedangkan yang ke empat, sedang menuntut ilmu setinggi-tingginya
Jika kata pepatah tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina, dia berangkat hingga Eropa
Di usianya yang 23 tahun, dia sudah lulus S2, kini sedang dalam proses selesaikan S3
Pasangan? Tak terlalu banyak tuntutan. Hanya saja, dia seringkali gagal, entah mengapa
Apa mungkin para lelaki takut pada deretan gelar di belakang namanya
Belajar, belajar, dan belajar adalah fokus dan prioritas yang keempat

Yang kelima? Hmm...apalah daya...
Hidupnya kadang terlalu naif, cenderung biasa saja
Belum bertuan, lagi cuan pun tak punya
Kadang, nasihat dari empat sahabatnya membuat hidupnya seakan kadaluarsa
"Menikah itu harus ditarget, ya di bawah umur xx", kata yang pertama
"Jangan mau digaji kurang dari xxx", timpal yang kedua
"Hidup cuma sekali. Sebelum menikah kau harus puas-puaskan jalan dengan beragam laki-laki," sahut yang ketiga
"Menikah itu sunnah, sedangkan menuntut ilmu wajib. Cobalah mendaftar beasiswa," saran si keempat

Ah, pusing kepala si yang kelima
Sebenarnya yang dia ingin hanya berkelana
Ya...mirip lah seperti yang dibilang Bang Haji Rhoma Irama
Pantang pulang sebelum didapat yang dicari, hidup menggali makna
Ah...hidup kan tak harus selalu sama, begitu pikir si yang kelima
Ya kan, yang pertama, yang kedua, yang ketiga, yang keempat?

Entah apa yang akan dibawa garis tangan...Gusti, si yang kelima cuma bisa berdoa
Namun...kadang di benaknya dia selalu bertanya,

"Ah, naif sekali...lalu apa yang aku punya?"

"Kebebasan", bisik suara hatinya...



Jalan Raya Belitung, Gresik Kota Baru (GKB), 16 September 2015

2 Responses so far.

  1. Unknown says:

    permisi. blognya bagus :) (y)

  2. boneeto says:

    Hai Evi... trimakasih sudah mampir :))

Leave a Reply