Ati Ati


"Ati ati jatuh lagi Dil. Kamu itu belum sembuh betul"
"Jatuh yang mana? Sembuh yang mana?"
"Jatuh cinta. Lukamu belum kering sempurna. Kalau luka yang masih setengah basah itu harus terluka lagi, kegores lagi, apa jadinya?"
"Ya jadi luka yang makin basah lagi. Dirawat lagi. Sampe kering lagi dong"
"Ibaratnya, jangan naik sepeda dulu. Kamu baru jatuh dan kamu belum kuat. Kalau bukan kamu yang sembuhin diri kamu, jaga diri kamu, bentengin hati, siapa lagi?"
"The show must go on dear. Aku siap buat kayuh sepeda lagi. Dengan resiko jatuh yang kesekian kali. Kalau nggak dikayuh ya nggak jalan dong"
"Aku nggak mau kamu kenapa napa. Bekas lukamu makin banyak nanti"
"Banyak tapi akhirnya kering semua nggak masalah kan?"
"Kamu mau kayuh sampe mana?"
"Entah"
"Dila"
"Aku beneran nggak tahu. Sampe aku ngerasa itu ujungnya. Sampe aku ngerasa sampe tujuan. Ngerasa satu. Lengkap"
"Hatimu butuh pulang sayang"
"Tapi dia belum punya rumah. Yang ada cuma tempat singgah. Aku akan naik sepeda sampe aku nemu rumah"
"Dila"
"Luka nggak bakal bikin aku nyerah. Aku harus tetep melangkah. Selama ini aku butuh jeda. Sudah hampir dua bulan dan itu cukup. dengan bekas luka yang katamu setengah kering ini aku juga masih bisa have fun. Bisa ngejar mimpi mimpi dengan penuh kebebasan tanpa diribetkan oleh tetek bengek perasaan. Sepi kadang, tp apa yang harus dikeluhkan kalau kenyataannya jauh lebih banyak yg harus disyukuri?"
"Jangan sampe jatuh di titik koordinat yang sama"
"Nggak bakal lah. Aku bakal lewat jalan beda. Minimal +1 dari yang aku lewatin kemarin. Entah itu lebih halus jalannya, lebih sepi, lebih oke view nya, atau apa"
"Ati ati jatuh (cinta) lagi"

Leave a Reply