hanya masalah iman dan waktu

minggu ini berakhir di hari ini
empat berita duka yang saya terima di minggu ini, cukup membuat saya mengucap syukur di tiap pagi karena Tuhan masih senantiasa membiarkan jiwa ini menghirup udaraNya



senin, 19 Maret
ponsel berdering di ruang kuliah Komunikasi Politik karena lupa tak di silent
sebuah pesan singkat dari teman yang mengabarkan Bu Imtilah, guru ekonomi SMA saya telah berpulang ke Rahmatullah

selasa, 20 Maret
saat sibuk bermain Twitter disaat belum berniat mengerjakan tugas Komunikasi bisnis, Timeline sangat ramai membicarakan INO, teman SMA saya. dan ternyata, Ino telah berpulang malam itu, karena kecelakaan di sore hari di kota tempatnya menuntut ilmu, Jember

rabu, 21 Maret
lagi-lagi saat saya bermain twitter, kali ini di pagi hari, Berita duka dari pahlawan tapa tanda jasa (lagi), Bapak Supardi, guru fisika SMP saya yang menghadap Tuhan pagi itu..kenangan paling saya ingat adalah ketika ulangan fisika beliau pernah menyobek kertas ulangan saya dan menyuruh saya keluar karena saya memberi contekan, pas kelas VIII SMP. disamping guru saya, beliau juga ayah teman saya.

kamis, 22 Maret
saya pulang ke rumah

jumat, 23 Maret
berkunjung ke teteangga lama di Lumajang, dan saat itu di twitter juga sedang ramai, tapi saya belum paham, hingga akhirnya saya menerima   banyak sms dari teman SMA dan  dari nomer tak dikenal yang mengabarkan NINIS , teman SMA saya teman sekelas waktu kelas XI telah menemui ajalnya

jujur..saat itu saya masih (sangat) shock, saya terakhir bertemu Ninis di ramadhan 2011 kemarin, dan tak pernah menyangka Tuhan akan menjemputnya secepat ini

kematian memang hanya haknya, Dia mengambil sesuka hatiNya, di waktu yang tepat menurutNya, tak pernah mengenal kata siap tak siap, apalagi usia..